Minggu, 06 November 2016

Mengatasi Dehidrasi Pada Anak dan Dewasa

Fungsi cairan dalam tubuh sangat penting untuk keseimbangan dan kesehatan tubuh kita. Maka tidak salah apabila zat cari dalam tubuh kita lebih banyak dari pada zat padat, 60 % dari tubuh kita berisi cairan. Sistem pencernaan tubuh kita tidak bisa bekerja dengan baik tanpa cairan, seperti saat kita mengeluarkan kotoran dan racun yang terdapat dalam tubuh kita. Jadi disini fungsi cairan lebih sebagai pelumas sehingga melancarkan kerja sistem pencernaan tubuh kita. Nutrisi yang diserap dari makananyang kita konsumsi juga didistribusikan keseluruh tubuh dengan menggunakan cairan. Sedangkan pada persendian tubuh kita cairan berfungsi sebagai bantalan, sehingga tubuh kita tampak luwes dan tidak kaku dalam bergerak.

Dehirasi
Setelah mengetahui fungsi penting dari cairan, maka kita pun jadi tahu betapa berbahayanya apabila tubuh kita mengalami kekurangan cairan atau sering disebut sebagai dehidrasi. Dehirasi sendiri adalah ketidakseimbangan tubuh yang diakibatkan oleh keadaan cairan tubuh tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan. Sampai saat ini belum ada alat ukur yang bisa dipergunakan untuk mengukur kadar cairan pada tubuh kita. Kita hanya bisa memperhatikan ciri-ciri yang dapat kita rasakan atau kita lihat saat tubuh kekurangan cairan. Berikut gejala umum yang tampak saat tubuh kekurangan cairan atau dehirasi :

  • Mulut kering,
  • Merasa haus,
  • Gampang lelah,
  • Jarang buang kencing,
  • Pusing,
  • Warna air kencing lebih gelap,
  • Bau air kencing lebih menyengat. 

Dehidrasi bisa menimpa siapa saja, baik dewasa maupun pada anak-anak. Untuk itu bagi yang mempunyai anak balita agar lebih perhatian kepada keadaan anak balita kita. Karena anak belum bisa menyamapaikan apa yang dirasakannya. Berikut ciri-ciri anak yang mengalami dehidrasi : 
  • Popok tidak basah setelah beberapa lama,
  • Ubun-ubun menyusut,
  • Keluar air mata lebih sedikit saat menangis,
  • Kulit kaku atau tidak elastis,
  • Tubuh lemas tidak aktiv,
  • Mudah mengantuk,
  • Kejang-kejang,
  • Kesadaran rendah,
  • Rewel.                          

Balita, orang jompo, atlit olah raga yang beraktivitas penuh, orang di dataran tinggi mempunyai peluang besar menderita dehidrasi. Dehidrasi akan sangat berbahaya apabila dibiarkan saja. Kematian bisa menimpa dehidrasi apabila dengan segera mendapat pertolongan.

Cara Mengatasi Dehidrasi
Untuk mengatasi dehirasi tidak mudah dan tidak sulit, namun untuk penangannya perlu bantuan medis. Jadi jika anda atau balita anda sedang mengalami dehidrasi segeralah dibawa kerumah sakit. Berdasarkan pengalaman saya sendiri ketika anak saya mengalami dehidrasi maka untuk pertolongan pertama anak saya diberikan infus. Hal itu bermaksud untuk menambah cairan dengan cepat. Untuk penanganan dehidrasi harus cepat tidak boleh terlambat karena dehidrasi juga bisa menyebabkan kematian.

Demikian pengalaman yang bisa saya bagi, setelah mengetahui ini semoga anda menjadi orang yang cepat tanggap darurat dalam penanganan segala hal.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar